Kenapa Warnet Tutup ?

Parent Category: ROOT Category: Artikel Print Email

KENAPA WARNET MEREKA TUTUP ?
Disitu kadang saya merasa sedih

Jual beli komputer ex warnet, tidak slamanya menyenangkan. Apalagi klu mendengar cerita dari pemiliknya. Dulu ramai, hanya ga tau kenapa beberapa bulan ini sepi, hanya bisa utk bayar ISP saja. Itu saja kadang nombok. Hadeh….

Kenapa mereka tutup ? Tulisan ini mencoba menganalisa kenapa warnet tutup ? Karena banyak tulisan menceritakan kisah sukses bisnis warnet, sehingga orang tidak tahu dan tidak sadar sisi negatifnya. Saya mencoba mengumpulkan beberapa pendapat dan analisa :

1. LAMBAT. Komputer sudah sangat lambat, beberapa game tidak jalan, browsing lola, dll. Windows sudah error / kena virus. Jaringan bermasalah. Yang lebih sedih lagi sejak di install GRATIS oleh publisher tertentu jadi lemot dan akhirnya sepi. Paling tidak ada 5 orang yg cerita seperti itu. Dan saya hanya bercanda,"judulnya saja GRATIS pak, jadi install ya sekedarnya".

Sekedar masukkan saja utk vendor billing, game ataupun updater. Memang program Anda bagus bahkan sangat bagus, tapi ketika proses install flashdisk teknisi Anda tidak bersih dari virus. Dan hal ini sudah saya dapatkan beberapa kali di warnet yang saya tangani kontrak maintenance-nya (sejujurnya lebih dari 10), selesai Anda install program Anda seluruh komputer klien tidak bisa jalan game yang sedang top, akhirnya saya harus kerja bakti untuk setting dan install ulang Windows-nya.

Yang kedua, Kemampuan teknisi Anda tidak merata. Mereka kadang mereka mencari jalan pintas dengan "mengakali" walau tahu itu hanya untuk sementara dapat berjalan lancar.

Untuk masalah ini, saya menawarkan ke pemilik. Apakah mau di install ulang, garansi 30 hari. Tapi…. Biasanya pemilik sudah "lelah" dan ingin usaha warnet cepat berlalu.

Anda, sebagai pemilik warnet juga harus sekali-kali mencoba komputer kien di warnet Anda. Cobalah secara random 2 – 3 komputer, apakah Anda merasa nyaman dengan kondisi yang ada ?

2. KOTOR. Situasi warnet sungguh amat kotor dan bau, sehingga hanya orang yg "terpaksa" saja yg main. Sebenar kebersihan menjadi salah satu tugas Operator Warnet. Tapi mereka harus terus di "bawelin" untuk bersih-bersih. Dan… kalau karakter orangnya pemalas, mau di omelin tiap hari tetap saja warnet akan kotor.

Pemilik harus sering-sering melakukan monitoring dan menegur operator, bahkan membersihkan sendiri – untuk memberi contoh kepada Operator.

3. BUKA TUTUP. Warnet dijaga sendiri atau operator keluar dan sulit cari operator. Dengan tidak stabil buka atau tutup, kadang membuat pelanggan enggan untuk datang. Stabil tetap buka, kadang sulit kalau pemilik bekerja dan tidak punya "operator cadangan".

4. TIDAK SIAP MENGHADAPI PERSAINGAN WARNET. Ini yang disebut "APES". Sedang enak-enaknya menikmati bisnis warnet ech…. Ada warnet baru ga jauh dari lokasi kita, dengan spek lebih bagus dan berani pasang bandwith yang lebih besar.

Sebenarnya ini bisa disiati dengan meng-upgrade komputer dan layanan yang lebih baik. Tetap menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan.

Seringkali orang mensiasati dengan "perang harga", yang sebenarnya cara seperti ini sama dengan membunuh bisnis warnet itu sendiri. Dekat warnet saya ada warnet yang harganya lebih mahal dan tetap ramai – kebetulan komputer warnet tersebut Team WarnetKoe juga yang menangani, sehingga setting dan konfigurasinya persis sama.

Kenapa ia dengan harga lebih mahal tapi tetap ramai ? Saya coba main-main kesana untuk memantau. Warnet tersebut di jaga oleh pemiliknya langsung. Ibu ini sangat ramah dan hapal semua pelanggan. Daftar member dengan nomor handphone dan email yang aktif. Bila ada pelangan yang sudah 1-2 minggu tidak pernah main, dia sms / email. Tiap orang datang di sapa, "selamat siang atau selamat pagi", dan ditanya mau pakai komputer mana ? lalu komputer tersebut dinyalakan.

Ehm…. Bagaimana layanan di warnet Anda ? Bukankah operator kita (kali ini saya pakai kata KITA, karena memang ini pergumulan warnet pada umumnya…hehehe…..), lebih sering asyiik dengan komputer-nya sendiri, sibuk main game atau stel youtube, dll. Begadang sampai pagi dan akhirnya pada saat bekerja terkantuk-kantuk bahkan tertidur dengan lelap.

5. TEMPAT / LOKASI. Tempat memang sangat penting. Kita punya spek sebagus apapun, dengan bandwith besar, tapi kalau sudah salah lokasi tetap tidak akan bisa ramai.

Sewa tempat sepertinya bukan hal yang kendala banget. Emang sewa naik terlalu tinggi sementara omzet warnet cenderung ga berubah, pemilik kontrakkan ga mau diperpanjang, dll bisa menjadikan warnet tutup.

Tapi bisa saja pindah ke tempat lain yg harga sewanya terjangkau. Lebih strategis. Justru, sebagian warnet yang di rumah / ruko sendiri yang tutup. Karena biaya pengeluaran tidak terlalu besar akhirnya kerja kurang maksimal.

6. MELEMAHNYA DAYA JUANG. Munculnya Smartphone / tablet Android dan tarif murah internet operator selular juga tariff murah ISP makin meruntuhkan bisnis warnet. Itu sebabnya warnet sekarang eksis di kalangan kelas menengah kebawah.

Sebenarnya peluang bisnis warnet tetap ada kalau kita jeli melihatnya. Sebagian besar pelanggan Team WarnetKoe yang buka di dalam komplek, TUTUP. Tapi… saya pernah melihat warnet yang sangat ramai di komplek Perumahan Citra Cibubur. Perumahan Elite. Ketika pertama masuk dalam perumahan ini, saya agak sangsi, masa sich ada warnet di perumahan ini mewah ini ?" Warnet ini bisa bertahan, bahkan dengan tarif yang cukup mahal, karena spek komputer sangat bagus, suasana juga sangat nyaman, furniture yang dipakai juga bagus dan berkelas.

Kita harus tahu kekuatan modal kita, apakah mampu bersaing di kelas atas ? atau main di kelas menengah kebawah ? Kalau main di kelas bawah, dengan fasilitas seadanya masih bisa eksis, apalagi kalau di tambah plus plus yang lain (sory bukan plus mesum ya..hehehe.. ).

Bisnis warnet walau kelihatan sederhana dan mudah dijalakan, tapi tetap harus "putar otak" dan perlu strategi. Pernahkah Anda 3 atau 6 bulan terakhir ini melihat warnet saingan terdekat ? Mencoba bagaimana koneksi disana ? Kelengkapan Game-nya ? Kenyamanan? dll

Sering kali kita terjebak zona nyaman, dulu ga diapa-apain ya sudah ramai kok. Dan kita lupa bahwa perkembangan hardware dan persaingan terus semakin ketat. Itu sebabnya, yang sering tutup malah pemain lama, yang kadang sulit merubah pola pikirnya mengikuti perkembangan. Atau pemain baru yang sekedar ikut-ikutan. Karena saudara / temannya buka ramai, tergiur dengan keuntungan yang lumayan besar, akhirnya buka warnet.

Merosotnya omzet warnet seringkali bertahap, tidak anjlok sekaligus. Misalnya, biasanya dapat 12Jt / bulan, turun jadi 11,5Jt, bulan berikutnya turun lagi 10,4Jt, lalu 9,5jt, dan… kita baru sadar dan menjadi panik ketika pendapatan menjadi minus. Mencoba melakukan langkah ini itu tapi situasi sudah tidak tertolong karena pelanggan sudah memberi label warnet lola.

7. MENURUT PENDAPAT ANDA ? Mungkin kita bisa sharing bersama, karena selama ini yang sering ada tulisan "KIAT SUKSES BISNIS WARNET" dan kisah mereka yang berhasil eksis.

Kenapa sedih ? karena sebagian sempat merasakan manisnya bisnis warnet : bisa hidup, menyekolahkan anak sampai beli motor / mobil, dll dan mereka ga tau mau bisnis apa lagi setelah warnet-nya tutup. Yang lebih sedih lagi, kalau kredit / pinjaman bank atau saudara dan belum balik modal.

Mari… bersama kita jadikan warnet di Indonesia tetap eksis…
Team WarnetKoe

Hits: 81064

Visitors Counter

1971355
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
408
706
4567
1961806
23314
35700
1971355

Your IP: 3.215.177.171
2021-09-24 13:27

Warnetkoe Pindah Kantor

Wahana Pindah Kantor 2

Artikel

Artikel Warnet

Fashion ku

WP Fashion ku